Sejarah Puan Menulis
Oleh: Wanda Roxanne (Koordinator Puan Menulis periode 2020-2021)
Puan Menulis merupakan komunitas penulis perempuan yang
terbentuk pada 22 Agustus 2020 atas kerjasama AMAN (The Asian Muslim Action
Network) Indonesia dan Mubadalah.id.
Pada awalnya, AMAN Indonesia menyelenggarakan “Kopdar
Penulis Perempuan: Perempuan Berpikir, Perempuan Menulis” secara online pada
22 Agustus 2020 yang mengundang 35 penulis; 31 penulis perempuan alumni Women
Writer yang telah dilatih di enam wilayah (Jakarta, Bandung, Jogja, Wonosobo,
Malang dan Palu), serta empat penulis aktif Mubadalah.id.
Kopdar (kopi darat – pertemuan) ini bertujuan
mengkonsolidasikan penulis perempuan dan pembentukan komunitas perempuan
penulis, yang dibuka oleh Dwi Ruby Kholifah (Country Representative AMAN
Indonesia) dan difasilitatori oleh Zahra Amin (Pimpinan redaksi Mubadalah.id),
serta narasumber yaitu Dedik Priyanto (Redaktur Islami.co), Hamzah Sahal
(Founder Alif.id), dan Ira D. Aini (Pimpinan Redaksi Iqra.id).
Dengan kesepakatan bersama yang difasilitasi oleh dalam
kopdar tersebut, maka terbentuklah komunitas penulis perempuan Puan Menulis.
Dalam kopdar ini juga dipilih koordinator Puan Menulis yang pertama, yaitu
Wanda Roxanne Ratu Pricillia pada periode kepengurusan 2020-2021.
Komunitas Puan Menulis dibentuk untuk menjadi ruang berbagi
informasi serta bertukar pemikiran, dan ruang yang strategis bagi para penulis
perempuan di dalamnya.
Pada generasi pertama, terdapat 25 penulis perempuan yang
berkenan bergabung dan mengelola Puan Menulis dengan semangat sisterhood dan
menjadi komunitas penulis yang aktif menulis dengan perspektif yang progresif
dan melakukan counter narasi wacana-wacana keagamaan yang mengarah pada
intoleransi dan bias gender.
Media Kolaborator
Puan Menulis bekerjasama dengan berbagai media alternatif seperti Mubadalah.id, Islami.co, Alif.id, Iqra.id, dan Bincang Muslimah.
Setelahnya, hingga tahun 2026, Puan Menulis tergabung sebagai salah satu simpul
dalam jaringan AMAN Indonesia dan didampingi dalam penguatan komunitas dan
penguatan kapasitas penulisnya.
Kini Puan Menulis secara independen tetap menyuarakan
keadilan pada isu-isu gender dan feminisme melalui tulisan. Karena perempuan
yang menulis adalah perempuan yang berdaya.
.png)
Posting Komentar untuk "Sejarah Puan Menulis"
Mohon tidak menyisipkan tautan apapun ke dalam komentar karena dianggap spam. Terima kasih, ditunggu kembali kunjungannya :)